Kang Marhaen Bekali Remaja Nganjuk dengan Keyakinan dan Perlindungan Diri

Nganjuk, 5 April 2026 — Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak terus diperkuat melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang secara resmi dibuka oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, di SMA Aku Insan Cendekia Baittul Izzah, Sabtu (5/4/2026).
Dalam sambutannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan remaja harus menjadi perhatian bersama. Ia menyoroti berbagai bentuk kekerasan yang kini mengancam generasi muda, mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan digital seperti bullying dan perundungan di media sosial.
“Metode psikoedukasi ini membekali anak-anak dengan keterampilan praktis untuk membangun ketahanan diri, meningkatkan keberanian berbicara, dan memahami bagaimana melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan,” tegasnya di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.

Berdasarkan data yang dipaparkan, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Nganjuk masih menjadi perhatian serius. Tercatat sebanyak 39 kasus pada tahun 2024, kemudian menurun menjadi 35 kasus pada tahun 2025, dan hingga April 2026 telah tercatat 8 kasus. Pemerintah daerah berharap edukasi sejak dini mampu menjadi langkah preventif untuk menekan angka tersebut secara signifikan.
Tidak hanya memberikan edukasi mengenai perlindungan diri, suasana workshop juga terasa hangat dan inspiratif ketika Kang Marhaen berbagi kisah perjalanan hidupnya kepada para pelajar. Ia menekankan pentingnya memiliki mimpi besar dan keyakinan kuat dalam meraih masa depan.
“Yang paling penting itu yakin. Dulu cita-cita saya hanya ingin menjadi guru SD, tetapi karena keyakinan yang kuat dan terus berusaha, saya bisa berada di posisi sekarang,” tuturnya, disambut antusias para siswa.
Menjawab pertanyaan peserta terkait akses pendidikan dan biaya sekolah, Kang Marhaen memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus menghadirkan program pendidikan inklusif melalui berbagai skema bantuan. Di antaranya adalah beasiswa prestasi bagi siswa peringkat 1 hingga 3 di setiap kelas, serta beasiswa afirmasi untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, seluruh anak di Kabupaten Nganjuk harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan menggapai cita-cita tanpa terkendala faktor ekonomi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam perlindungan anak, Pemkab Nganjuk juga menyediakan layanan pengaduan dan akses perlindungan terintegrasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila menemukan tindak kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Laporan dapat disampaikan melalui Hotline Dinas Sosial PPPA (085235772020) atau layanan CASA (085808837181)
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Nganjuk berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda agar mampu meraih masa depan yang gemilang.

