Kurikulum satuan pendidikan dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah serta menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, serta daerah.
Standar Kompetensi Lulusan mencakup 8 (delapan) dimensi profil lulusan yang harus dikuasai pada akhir setiap jenjang pendidikan, yaitu:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Standar kompetensi lulusan pada jenjang Taman Kanak-kanak merupakan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini yang memuat profil murid sebagai kesatuan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang menjadi deskripsi capaian perkembangan murid dari partisipasinya pada akhir pendidikan anak usia dini.
- Aspek perkembangana anak mencakup:
- Nilai agama dan akhlak mulia
- Nilai Pancasila
- Fisik Motorik
- Kognitif
- Bahasa
- Sosial Emosional
Sejak menerapkan kurikulum merdeka, TK Islam Terpadu Baitul’Izzah telah menyusun struktur kurikulum dan program pembelajaran. Proses awal dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan kebutuhan murid, menyesuaikan sumber daya pendidikan dan tenaga kependidikan, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Berdasarkan landasan pengembangan kurikulum, standar kompetensi lulusan, dan hasil analisis rapot pendidikan, maka disusunlah program pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta program-program satuan pendidikan yang disusun dalam satu tahun ajaran.
A. Program Intra Kurikuler
Isi program intrakurikuler terbagi ke dalam tiga elemen besar:
- Nilai Agama dan Budi Pekerti: Mengenal konsep Tuhan, tata cara ibadah, menjaga alam, serta pembiasaan akhlak mulia (seperti mengucap salam dan terima kasih).
- Jati Diri: Pengembangan emosi, sosial, dan fisik-motorik. Ini termasuk mengenali identitas diri, mengelola emosi, serta kesehatan dan kebugaran tubuh.
- Dasar-Dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni: Membangun rasa ingin tahu melalui pengenalan huruf/angka secara sederhana, bereksperimen dengan benda sekitar, dan mengekspresikan diri melalui seni.
B. Program Kokurikuler
Meliputi pengenalan kegiatan renang, Pramuka Pra Siaga, Lifeskill, tadabbur alam, Peringatan Hari Besar Islam dan Nasional (PHBI & PHBN), Kelas Inspirasi atau Outing Class.
C. Program Extra Kurikuler
Meliputi bidang Tahfidz, Koding, Seni Tari dan Seni Lukis
D. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat G7KAIH)
Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini, bertujuan membentuk anak-anak Indonesia dengan karakter yang tangguh dan berdaya saing. Orang tua/wali, guru, dan satuan pendidikan mempunyai peran penting dalam membimbing anak menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat menggunakan metode atau cara yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang akan diterapkan, diantaranya,
- Bangun pagi: Menanamkan kedisiplinan dan kesiapan menghadap hari serta meraih keberkahan
- Beribadah: Membentuk pribadi yang memiliki nilai spiritual kuat
- Berolah raga: Mendorong kebugaran fisik dan kesehatan mental
- Makan sehat dan bergizi: Menunjang pertumbuhan dan kecerdasan
- Gemar belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreatifitas
- Bermasyarakat: Mengajarkan keperdulian dan tanggung-jawab sosial
- Tidur Cepat: Memastikan kualitas istirahat yang baik.
